Thursday, August 27, 2009

Titik Garisan.


Titik.

demi
titik
demi titik
rekahan jalan dibasahi gerimis.

Titik.
demi titik, demi
titik
darah mewarnai badan putih.

Celik
sudah mata yang dilitup
kabus jerebu tertiup
langit biru merintih
Petik
kapur jalanan itu
warna kesukaanmu
angka kewujudanmu
cebisan cita-cita mu

dan terus lakarkan

Titik.

demi
titik
demi titik
hingga manjadi garisan
tanpa ilusi bayangan
jelas ternyata:

"mampukah kau melangkah
hujung garisnya?"

adakah terpijak, terpadam
garis dunia..








2 comments:

Ikemen said...

mun...keje byk ni...and I'm reading this repeatly....Love it..wish could learn a thing or two from you.. ^^

Moon said...

semuanya hanya titik demi titik emosi yang terlakar menjadi puisi...

lakarkan dan langkahlah. ^^